Thursday, 6 December 2012

(old poem)

Is it too fanciful mom if I wear this waist-high  skirt?
Do I look like a princess already?
Mom, I broke up!
I can’t tell you How he attractive is !
I hate him, he is always breaking promises and forgetting my birthday.
Oh my… He does not love me again.
You know what mom, I’ve been mistaken. He always loves me.
I’m always in his heart.
Mom, he intends to, it simply does not work.
Mom, I’m proposed, what a miracle, a dream that comes true.
I can’t believe it, he cheats!...
Mom, what if I end this marriage

Apa kamu?

apa kemampuanmu?
mana kutahu
carilah tau, supaya kau tetap laku!
hah! masih seperti itu?
iya, pada akhirnya memang kesitu
ah, jawabanmu tidak jitu
bukanya hidup segera berlalu?
iya, aku setuju, tapi tetaplah lakukan yang terbaik selalu
jadi terharu, tapi jawabanmu begitu melulu, bosan aku
Tunggu dulu, gendang jantungmu sebentar tak bertalu, masihkah terus begitu?

Wednesday, 5 December 2012

Sudah...

terengah dan semakin jengah
sudah...sudah...
senja sudah menjajah
untuk apa berkilah

sudah... sudah...
aku segera menyerah
harapan yang dulu terasah
kini hilang tiada arah

sudah...sudah...
jalan sudah terpisah
hati remuk terpanah
menjemput rinduku dengan tanah
sudah...sudah...
tiada guna membagun tanah
agar kelak bisa bermegah

sudah...sudah...
lama sudah aku berserah
namun berkah tak tercurah

sudah...sudah...
biarkan mereka sajalah
yang berkerah dibalut jubah
tiada salah
dan yang telah tersumpah

sudah...sudah...
hai kaum lemah
berhentilah menandah
kita tak lebih dari sampah

sudah...sudah...
meski aku rajin beribadah
toh aku juga masih berzinah
dan menyebar amarah

sudah...sudah...
aku segera kalah
jaman sudah bertingkah
menatapku dengan mata penuh darah
jijik melihat nanah 
disetiap langkah

Bunga

Bunga palsu
Bunga yang selalu hijau
Tak usang dimakan waktu
Hiasan dunia yang parau

Bunga asli 
Bunga yang akan segera layu
Seakan waktu tidak peduli
Tergilas dan segera berlalu

Tapi, bunga asli
Adalah simbol janji
Yg ditiup oleh Sang Maha Abadi

Saturday, 1 December 2012

Berlayarlah ke sebrang

Berlayarlah ke negri sebrang
Wahai sang penantang
Lepaskan takutmu yg membayang

Biarlah impimu membentang
Melewati gugusan tujuh bintang
dan menuju batas ambang

Kadang mereka bilang
'Jangan menyebrang!'
Untuk menghalaumu datang
Namun, jangan sekali engkau bimbang

Berlayarlah & teruslah menantang
Bersiaplah untuk berperang
Sambil terus menendang
Melawan ombak yg menghadang

Berlayarlah ke negri sebrang
Masa depan sedang berkumandang
Memberi jalan untuk terus berdendang;

'Aku tidak akan berang
Meski berjalan disimpang,
Karena aku ada dalam Terang
Makaku tetap tenang'

Berlayarlah ke negri sebrang
Masa depanmu sedang memandang
Meski jam terus berdentang
Jalanmu masih sangat panjang

Didedikasikan untuk sepupu Cahya Unggul Hartama yg berangkat berlayar. Enjoy the voyage and live your life to the fullest!