I meet you by chance in that windy evening
when the twilight was gaining his strength
and now I wish to meet you in person, my other half
I'm not certain if it is love
a feeling adult experience
I can't stop thinking about your beauty
Charming face with those two sharp eyes
and thin yet strong body
Friday, 22 May 2009
Wednesday, 13 May 2009
Kotak mu - (k)otakku
Ada dua kotak di meja
kotak ku
dan kotak mu
di kotakmu, hanya kamu yang tau isinya
sama pula dengan kotak ku, hanya aku yang tahu
pada satu saat
kita harus membereskan meja itu
meringkas, merapikan kotak kotak ini
bagaimana?
Perhitungkan kotak mu, ukurlah...
pastikan ada cukup tersisa ruang didalamnya
hitung panjang, lebar dan berapa volumenya
aku juga akan menghitung kotak ku
beda jauh ya?
Kotakku terlalu sempit, penjangnya terlalu panjang
da lebarnya terlalu sempit untuk kotak mu...
bagaimana dengan kotakmu?
Sama saja?
Tingginya terlalu kurang tinggi untuk menampung kotakku
lalu apa yang harus kulakukan
kumasukan kotakku ke dalamu dan sebaliknya?
Muskil!
Para tamu segera datang ayo cepat, rapikan segera
baiklah kita susun saja
tapi,
tidak selaras, kurang cantik, wagu...
pindahkan kotaknya saja ke gudang,
buang, biar sang tamu tidak tau dan si empunya rumah tetap bisa senyum
melihat rumahnya layak dikunjungi
tapi kotak kotak itu tetap tidak rapi
ketika tamu pergi
tetap saja ada kotak – kotak berserakan
baguslah tamu tidak tahu hal ini
dan sang empunya rumah tidak jadi malu
sekarang kita apakan kotak itu
memang sangat berbeda
bagaimana kalau kotak itu kita manffatkan saja
kotak ku yang cukup kecil, ku pakai
untuk menaruh mainan anak – anak yang berserkan
kotak mu yang lebih besar dan kuat
pakailah untuk cucian kotor
tidak papa, sama mulianya dengan kotak ku
nah klo begini bereslah masalah kotak kita
tapi ingatlah
pastikan isi kotak kita tetap aman dan tak tercemar
biarkanlah kotak kita berbeda.
kotak ku
dan kotak mu
di kotakmu, hanya kamu yang tau isinya
sama pula dengan kotak ku, hanya aku yang tahu
pada satu saat
kita harus membereskan meja itu
meringkas, merapikan kotak kotak ini
bagaimana?
Perhitungkan kotak mu, ukurlah...
pastikan ada cukup tersisa ruang didalamnya
hitung panjang, lebar dan berapa volumenya
aku juga akan menghitung kotak ku
beda jauh ya?
Kotakku terlalu sempit, penjangnya terlalu panjang
da lebarnya terlalu sempit untuk kotak mu...
bagaimana dengan kotakmu?
Sama saja?
Tingginya terlalu kurang tinggi untuk menampung kotakku
lalu apa yang harus kulakukan
kumasukan kotakku ke dalamu dan sebaliknya?
Muskil!
Para tamu segera datang ayo cepat, rapikan segera
baiklah kita susun saja
tapi,
tidak selaras, kurang cantik, wagu...
pindahkan kotaknya saja ke gudang,
buang, biar sang tamu tidak tau dan si empunya rumah tetap bisa senyum
melihat rumahnya layak dikunjungi
tapi kotak kotak itu tetap tidak rapi
ketika tamu pergi
tetap saja ada kotak – kotak berserakan
baguslah tamu tidak tahu hal ini
dan sang empunya rumah tidak jadi malu
sekarang kita apakan kotak itu
memang sangat berbeda
bagaimana kalau kotak itu kita manffatkan saja
kotak ku yang cukup kecil, ku pakai
untuk menaruh mainan anak – anak yang berserkan
kotak mu yang lebih besar dan kuat
pakailah untuk cucian kotor
tidak papa, sama mulianya dengan kotak ku
nah klo begini bereslah masalah kotak kita
tapi ingatlah
pastikan isi kotak kita tetap aman dan tak tercemar
biarkanlah kotak kita berbeda.
Friday, 1 May 2009
Sarapan Kepagian
Ukuran pagi tentunya sangat beragam. Ada yang bilang jam 5 subuh hari itu pertanda pagi. Namun ada juga yang beranggapan bahwa jam 10 itu pagi. Maka kemudaian munculah konflik. Mereka yang bangun pagi jam 5, akan mengejek mereka yang bangun siang bolong. Pastinya menurut pandangan mereka sendiri. Sang tukang bagun siang pun mungkin tidak akan bergeming. 'Itu hanya masalah persepsi saja,' gumamnya.
Lambat laun, keberadaan dua kelompok orang yang berbeda ini menimbulkan varian tipe orang baru. Tipe moderat. Orang yang bangun pukul 7. menurut mereka, jam tujulah patokan pas bagi orang untuk menentukan siang atau pagi. Inilah batasan nyatanya. Terlambat satu detik saja, orang tersebut dikatakan si tukang bangun siang. Meskipun demikian, tetap saja orang jenis baru ini tetap bias. Tidak berimbang.
Secara tidak langsung mendukung kelompok tukang bangun pagi jam 5. hampir kalahlah sang tukang bangun siang. Dunia memang adil. Munculah kembali orang jenis baru, yang masa bodoh ma batasan waktu – pagi, siang, sore, dan malem sekalipun gak bakalan ngaruh. Muak orang tersebut dengan mulut – mulut yang salih bercemooh.
Daripada pusing – pusing mending tidur aja. Pasti gak bakalan pusing. Tapi aneh juga. Terus – terusan tidur malah lama – lama pusing juga, males, muka jadi tambah tua berkantong pula.'nah loh, udah dibilangin, jangan tidur seenaknya,' sahut semua kelompok kompak menyentak.
'tumben pada kompak.' pikirnya. 'baguslah kalu begitu, makanya aku tetep gimi aja terus biar kalian lupa ma konflik. Tapi kok lama – lama aku jadi cepet tua ya daripada mereka. Waduh gawat niy bisa mati duluan. Masa bodohlah, yang penting lebih dari cukup mengunci mulut mereka para prenjak.
Waduh pandanganku kabur, dan kemudian gelap. Aku gak bisa liat langit biru lagi. Gak tahu lagi siang ma malem. Ku pikir ini siang karena panas, tapi ternyata gara – gara kompor. Ku kira ini malam karena dingin, tetapi katanya gara – gara AC. Samar – samar ku dengar obrolan mereka mengasihani nasibku.. ku juga kasihan ma diri sendiri. Gara – gara niat baik, ku jadi sial. Niat mulia yang membawa sial. Sekaratlah aku sekarang.
Lambat laun, keberadaan dua kelompok orang yang berbeda ini menimbulkan varian tipe orang baru. Tipe moderat. Orang yang bangun pukul 7. menurut mereka, jam tujulah patokan pas bagi orang untuk menentukan siang atau pagi. Inilah batasan nyatanya. Terlambat satu detik saja, orang tersebut dikatakan si tukang bangun siang. Meskipun demikian, tetap saja orang jenis baru ini tetap bias. Tidak berimbang.
Secara tidak langsung mendukung kelompok tukang bangun pagi jam 5. hampir kalahlah sang tukang bangun siang. Dunia memang adil. Munculah kembali orang jenis baru, yang masa bodoh ma batasan waktu – pagi, siang, sore, dan malem sekalipun gak bakalan ngaruh. Muak orang tersebut dengan mulut – mulut yang salih bercemooh.
Daripada pusing – pusing mending tidur aja. Pasti gak bakalan pusing. Tapi aneh juga. Terus – terusan tidur malah lama – lama pusing juga, males, muka jadi tambah tua berkantong pula.'nah loh, udah dibilangin, jangan tidur seenaknya,' sahut semua kelompok kompak menyentak.
'tumben pada kompak.' pikirnya. 'baguslah kalu begitu, makanya aku tetep gimi aja terus biar kalian lupa ma konflik. Tapi kok lama – lama aku jadi cepet tua ya daripada mereka. Waduh gawat niy bisa mati duluan. Masa bodohlah, yang penting lebih dari cukup mengunci mulut mereka para prenjak.
Waduh pandanganku kabur, dan kemudian gelap. Aku gak bisa liat langit biru lagi. Gak tahu lagi siang ma malem. Ku pikir ini siang karena panas, tapi ternyata gara – gara kompor. Ku kira ini malam karena dingin, tetapi katanya gara – gara AC. Samar – samar ku dengar obrolan mereka mengasihani nasibku.. ku juga kasihan ma diri sendiri. Gara – gara niat baik, ku jadi sial. Niat mulia yang membawa sial. Sekaratlah aku sekarang.
Why do you make poem?
You think you’re free
No, you are not
You must not free at all
You think you’re intellectual
No, you are not
You are indeed stupid
You think you’re someone
No, you are not
You are nothing, but dust
You think you’re everything
No, you are not
You are a mere trash
You think you’re known
No, you are not
You are forgotten
You think you’re in call
No, you are not
You are a mistake
But,
These just what I think
No, you are not
You must not free at all
You think you’re intellectual
No, you are not
You are indeed stupid
You think you’re someone
No, you are not
You are nothing, but dust
You think you’re everything
No, you are not
You are a mere trash
You think you’re known
No, you are not
You are forgotten
You think you’re in call
No, you are not
You are a mistake
But,
These just what I think
We are human
That’s why,
Treat us as human
Treat us as human being
Treat us as human being who lives
Treat us as human being who lives in a life
Treat us as human being who lives in a life of the world
Treat us as human being who lives in a life of the world that is not yours
Yours is never here
Yours is never here, because God never let you own the world
God knows
God knows exactly what would it be if this were yours
Yours is yours, not mine
Mine is mine, not yours
No what to do?
No how to do?
Treat us!
Treat us as human being, because this is what we are
Treat us as human
Treat us as human being
Treat us as human being who lives
Treat us as human being who lives in a life
Treat us as human being who lives in a life of the world
Treat us as human being who lives in a life of the world that is not yours
Yours is never here
Yours is never here, because God never let you own the world
God knows
God knows exactly what would it be if this were yours
Yours is yours, not mine
Mine is mine, not yours
No what to do?
No how to do?
Treat us!
Treat us as human being, because this is what we are
Subscribe to:
Posts (Atom)